Minggu, 17 September 2017

Eksotisme Kota Barus

Setiap Lebaran sudah menjadi tradisi untuk melakukan mudik. meski ayah saya berasal dari jogja tapi keluarga besarnya semua ada di jakarta jadi kami tidak pernah mudik ke jogja. untungnya ibu saya yang berasal dari sumatera masih punya kampung halaman yang bisa dikunjungi setiap hari raya idul fitri tiba. Kampung halaman ibu saya yang bernama Barus, merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Barus terletak di pesisir barat Sumatera Utara, berjarak sekitar 300km dari kota Medan. Untuk menuju Barus, kita bisa menggunakan moda transportasi udara dengan tujuan ke kota Sibolga, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat sekitar 2 jam lagi. Untuk urusan cari tiket pesawat sekarang sudah lebih mudah, dengan beberapa situs pencarian dan pembelian tiket seperti Tiket.com.  Alternatif lain bisa di tempuh dengan jalur laut menggunakan Kapal, tapi waktu tempuh bisa mencapai 3 hari 2 malam. Atau ingin yang lebih ekstrim lagi, bisa juga dengan jalur darat dari jakarta dengan waktu tempuh 2 hari 2 malam.

Banyak fakta-fakta menarik mengenai Kota Barus yang eksotis ini. Konon kapur barus yang tersohor itu asalnya dari Kota Barus. Sehingga jaman dulu, Barus merupakan salah satu kota pelabuhan penting dimana para pedagang yang berasal dari Arab, India dan China berlayar dan singgah di Barus untuk mencari kapur barus (kamper) dan kemudian membawanya hingga ke seluruh Asia dan daratan Eropa. Para pedagang yang berasal dari Arab inilah yang akhirnya membawa agama Islam ke bumi nusantara. Berdasarkan fakta sejarah ini lah maka pada tanggal 24 Maret 2017 lalu, Presiden Joko Widodo meresmikan tugu titik nol Islam nusantara di Kota Barus.

Beberapa fakta sejarah lain mengenai penyebaran agama Islam di nusantara yang masuk melalui kota Barus adalah Makam Mahligai dan Makam Papan Tinggi. Dua situs ini merupakan komplek pemakaman para pedagang dan penjelajah Arab terlihat dari tulisan yang tertera di nisan makam. Namun Kota Barus tidak hanya menyimpan fakta-fakta sejarah, keindahan alamnya pun sangat mempesona, eksotis dan alami. Letak geografisnya menjadikan Barus sebagai kota dengan pantai-pantai cantik yang dikelilingi oleh deretan bukit barisan. Sepanjang 2 jam perjalanan dari kota Sibolga menuju Kota Barus mata akan dimanjakan dengan keindahan alam yang masih alami dan selaras dengan kegiatan masyarakat yang masih tradisional.

Yang terakhir namun merupakan yang paling sering dicari ketika kita mengunjungi suatu daerah adalah makanan. Untuk urusan kuliner, Barus memiliki aneka makanan khas yang lezat dan wajib untuk dicicipi ketika mengunjunginya. Sebut saja makanan khas lautnya berupa ikan, udang, kepiting yang biasanya dimasak menjadi gulai atau dibakar dan digoreng balado. selain itu ada mie gomak, mi pacal, mi sop, kue-kue tradisional seperti bongkol, lape kue koci, panukuk. Jika hari pasar setiap Rabu dan Sabtu, maka makanan-makanan khas akan lebih mudah didapatkan.

jadi tunggu apa lagi segera pesan tiket pesawat anda dan nikmati eksotisme surga tersembunyi di Kota Barus, kota tua nan cantik yang hampir terlupakan.

Mie Gomak Tumis


Mi Pacal


Panukuk


Ikan Bakar dengan sambal 

aneka macam kue tradisional

Bongkol
aneka hidangan laut

mie sop

tugu titik nol islam nusantara Courtesy of www.aktual.co
Peresmian titik nol islam nusantara


di tangga menuju papan tinggi

papan tinggi


salah satu pemandangan di pantai Barus

Pantai Barus yang masih alami dan sepi

menikmati keheningan di Pantai Barus

Suasana hari pasar di Kota Barus

Pelabuhan Kota Barus

Menikmati Sunset 


Makam Mahligai

Komplek makam mahligai

Rabu, 30 Agustus 2017

medical history part 5 (dermatitis)

sekitar tahun 2013, kulit gue mulai bermasalah, dari jerawatan gede-gede dan berbekas, sama macam panu putih-putih bersisik, kadang merah juga kaya ruam dan gatal. akhirnya ke RSPP ketemu Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dr Tri Wilujeng Prihartini SpKK. untuk jerawat di kasih obat racikan, and itu ampuh banget jerawat dan bekas hilang tak berbekas.

untuk masalah kulit gue yang ada bercak-bercak putih dan kadang merah juga bersisik, dokter mengambil sample kulit gw, untuk diperiksa lebih lanjut di lab. setelah hasil lab keluar, diagnosa dokter gue mengidap penyakit radang kulit atau dermatitis, menurut dokter itu karena kulit gw sensitif jadi dia cepat alergi misalnya dengan udara dingin, seperti pada pengidap penyakit asma maka akan menyerang paru-paru sehingga menyebabkan sesak dan batuk, selain itu seerangannya bisa muncul dan hilang dengan sendirinya, begitu juga bercak-bercak putih kadang merah di kulit gw ini. selain pemberian obat, beberapa hal juga harus diperhatikan, misalnya jangan mandi dengan air panas, dan gunakanlah produk mandi atau perawatan tubuh untuk baik. misalnya sabun dan lotion.

biaya dokter spesialis di RSPP relatif mahal sekitar 275,000 per kunjungan konsul. belum termasuk obat dan pemeriksaan lab jika dibutuhkan. obat yang gw dapet itu obat racikan jadi tunggu nya agak lama. tapi meski mahal, lama, hasilnya kulit udah gak terlalu kering. tetep kalau udara terlalu panas or dingin or lembab ya biduran juga.



Selasa, 11 April 2017

Deteksi Dini Payudara

setelah lama gak main main ke rs, malah nyaris tahun 2016 kemaren fasilitas asuransi kesehatan dari kantor utuh gak kepake. bukan ngarep sakit tapi periksa sedini mungkin lebih baik daripada mengobati.

so akhir-akhir ini payudara gw sering nyeri nyeri gitu, kalo di raba kok berasa kaya ada benjolan-benjolan ya, meskipun dari beberapa referensi, benjolan bisa juga kelenjar susu atau getah bening, atau kista. tapi gw parno kalo misalnya itu kanker gimana? daripada spekulasi gak jelas, gw beranikan diri untuk periksa ke ahlinya, iya ke rumah sakit.

seperti biasa, pilihan Rumah Sakit gw RSPP, di pendaftaran di sarankan untuk ketemu dengan dokter spesialis bedah umum. ternyata di RSPP dokter spesialis bedah umum nggak ada yang perempuan semua laki-laki. terpaksa pilih dokter senior karena nanti kan periksanya pasti dokternya raba-raba payudara kita.

Dokter yang direkomendasikan bagian pendaftaran Dr. Djoko Sanjoto SpB. Usia mungkin 60 something, begitu nama di panggil ke ruang periksa, ternyata perawatnya juga laki-laki, hari ini sedang tidak beruntung diriku. dokter minta untuk buka baju dan BH lalu tidur terlentang di kasur, sambil tangan di angkat ke atas, dokter mulai meraba-raba sambil bilang "maaf ya mba tapi ini prosedur pemeriksaan untuk kesehatan''. gw cuma bisa pasrah dan bilang
''iya dok, silahkan''

terus di suruh duduk, tangan lurus kedepan dan di raba-raba lagi, diagnosa awal dokter sih payudara gw tidak ditemukan benjolan, dan keliatan dari bentuk fisik juga normal. memang tipe payudara gue itu jaringan ikat dan kelenjar susunya banyak. rasa sakit itu biasa apa lagi menjelang haid, tapi untuk lebih menyakinkan dokter menyarankan untuk tes mamografi dan USG payudara.

kemudian gw ke bagian radiologi untuk daftar periksa mammography and USG, namun dokter spesialis radiologi menyarankan hanya USG saja karena usia gw yang masih di bawah 40 tahun dan masih dalam masa produktif. karena mamograf lebih dianjurkan untuk wanita usia diatas 40thn atau menopause. dikarenakan mamograf menggunakan sinar x maka tidak dianjurkan untuk wanita dalam usia produktif, menurut dokter dapat mempengaruhi kesuburan.

gw sih ok aja karena baca-baca test mamograf itu sakit, nanti payudaranya ditekan dari segala sisi atas bawah dan samping kanan kiri. biaya mamograf sendiri 600,000

sedangkan USG payudara seperti USG kandungan. cara pemeriksaan kita terlentang di tempat tidur terus tangan ke atas, dokter akan membalurkan cairan lalu memulai pemeriksaan dengan menelusuri payudara kita. untung dokter spesialis radiologi nya perempuan (Dr. Jumi Septaningrum SpRad). untuk biaya USG payudara sebesar 700,000.

sore hari, hasil sudah keluar dan hasilnya bagus ternyata.. lega deh, tp dokter bilang klo mau lebih yakin lagi 4 bln / 6 bulan lagi boleh datang lagi periksa.

Sekilas mengenai Kanker Payudara

Kanker payudara adalah penyakit pembunuh kedua setelah kanker serviks. Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara.

penyebab pasti dari kanker payudara belum diketahui tetapi ada beberapa faktor risiko untuk terjadinya kanker payudara yaitu:
1. mendapat haid pertama pada umur kurang dari 12 tahun
2. tidak menikah
3. tidak pernah melahirkan anak
4. melahirkan anak pertama sesudah umur 30 tahun
5. tidak pernah menyusui anak
6. pernah melakukan operasi payudara yang disebabkan oleh kelainan jinak atau tumor ganas payudara
7. diantara keluarga ada yang menderita (faktor genetik)
8. penggunaan terapi hormon (pil kb, suntik, implant) dalam jangka waktu yang lama

sedangkan gejala kanker payudara antara lain:
1. adanya benjolan di payudara
2. keluar cairan yang tidak normal dari puting susu, cairan dapat berupa nanah, darah, cairan encer, atau keluar air susu padahal sedang tidak hamil atau menyusui
3. perubahan bentuk dan besarnya payudara
4. kulit payudara mengeras seperti kulit jeruk
5. puting susu tertarik ke dalam
6. luka pada payudara yang tidak sembuh-sembuh



Kamis, 06 April 2017

medical history part 4 (diare)

sekitar 2012 kejadian lagi masuk rumah sakit. berawal dari liburan ke anyer bareng keluarga, pas mau pulang sorenya udah mulai buang buang air, besok pagi nya masih sok sok an berangkat kerja, eh tapi kok buang air gak berhenti ya padahal dah minum obat diare, kayanya udah lebih dari sepuluh kali hari ini, badan makin lemes, gak kuat telepon si ayah buat ke rspp, pas udah di ugd, kata dokter gue udah dehidrasi karena pas mau ambil darah, darah gue udah kental, itu karena dehidrasi dan asupan oksigen ke darah sedikit. jadilah gue harus rawat inap untuk speed recovery.

besok pagi ketemu dokter, ternyata dr. abdul haris lagi. sampe dokternya bilang ''kamu doyan banget ke rumah sakit mau ketemu saya ya" si dokter bisa aja deh. hehehehe.

Diare adalaha sebuah penyakit dimana feses berubah menjadi lembek atau cair yang keluar lebih dari 3 kali sehari. diare yang terlihat ringan justru bisa membahayakan jiwa bahkan dapat mengakibatkan kematian Saat tubuh kekurangan cairan, maka semua organ akan mengalami gangguan. Biasanya diare menyerang anak-anak. Penyebab diare antara lain adalah virus atau bakteri, kondisi cuaca yang tidak stabil, lingkungan yang tidak bersih. 

setelah tiga hari, observasi dokter menyatakan saya sembuh dan boleh pulang. tagihan rumah sakit rawat inap 3 hari dua malam sebesar 5 juta yang di tanggung asuransi. adapun kelebihan seperti harga kamar dan konsultasi dokter, di tanggung pasien.



Rabu, 05 April 2017

Medical History part 3 (Radang Liver / Hepatitis)

Saya termasuk orang yang jarang sakit, tapi sekalinya sakit langsung di rawat di rumah sakit. pengalaman dirawat inap di rumah sakit terulang lagi di medio 2010. waktu itu baru aja keterima di tempat kerja yang baru. happy, sampai gak sadar berat badan sudah menembus angka 78kg (terberat dalam hidup).

mulai lah bikin diet plan dan exercise plan ala ala saya. yang tidak dikonsultasikan sebelumnya ke ahlinya sehingga berdampak buruk bagi kesehatan saya. 
Jadi selama 3 bln itu gw pagi olahraga (jogging) 30 menit, sarapan cuma air putih, baru makan pas siang. sore pulang kantor jalan kaki dari menteng ke tosari, smp rumah olah raga lagi and gak makan malam. turun sih 10 kg jd 68 kg tapi saya harus berakhir dirawat di rumah sakit selama 2 minggu dan bed rest di rumah selama 2 minggu.

lama banget yaaa recovery sakit apalah itu, kalau kata dokter sih ''Radang Liver" menurut diagnosa dokter terjadi luka di liver / hati saya. jadi judulnya ini sakit hati tapi hati beneran bukan hati nurani.


Beberapa gejala sakit Liver yang perlu diwaspadai antara lain: 

1. Pusing, Mual-mual, Muntah, sakit tenggorakan, 
2. Diare, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan
3. Demam tinggi, kelelahan, nyeri pada otot serta sendi
4. Urin berwarna gelap, feses berwarna kuning, kulit, mata serta kuku pun berwarna kuning
5. Jika perut bagian kanan atas ditekan akan terasa sakit

diagnosis pertama waktu ke dokter umum gejala tipus, tapi setelah tiga hari masih panas, muntah dan badan mulai menguning. akhirnya saya ke IGD RSPP dan harus di rawat inap. besoknya setelah hasil test datang, ternyata saya positif radang liver atau Hepatitis. Peradangan pada hati bisa disebabkan karena virus,bakteri,racun, kimia atau obat-obatan, dan minuman beralkohol.   

Dokter yang merawat adalah dokter spesialis penyakit dalam. dokter yang menangani saya Dr. Abdul Haris Triprasetyo SpPD. Dokter tanya apakah saya kerja berat di kantor sampai kecapekan dan sakit. saya cerita lah klo saya jalanin diet ketat dan olahraga keras, tapi ternyata diet ala saya itu salah total. jadi menurut dr. Haris, Hati atau Liver atau Hepar adalah organ tubuh yang vital karena memiliki fungsi dalam sistem pencernaan dan sistem ekskresi (pengeluaran zat-zat sisa metabolisme tubuh yang sudah tidak berguna bagi tubuh)Tanpa hati, manusia tidak akan dapat bertahan hidup karena hati mendukung hampir setiap organ dalam tubuh dari berbagai segi. 


Untuk memastikan penyebab radang liver saya apakah terjangkit virus atau karena penyebab lain maka dilakukan pemeriksaan lab lanjutan, dan hasilnya menurut dokter tidak terdapat virus tapi luka di hati (sakit hati nih yeee) karena aktivitas berat tapi asupan makanan tidak seimbang sedangkan hati terus bekerja mengelolah apa yang masuk dalam tubuh sehingga ketika asupan makanan atau nutrisi tidak cukup maka menyebabkan luka.

Jika anda ingin menyayangi hati anda, Dibawah ini adalah tips sehat untuk mencegah terserang penyakit hepatitis antara lain sbb :
  • Hindari konsumsi alkohol dan perbanyak konsumsi air putih
  • Hindari obat-obatan yang dapat merusak hati, misalnya acetaminophen (Narkoba)
  • Diet sehat dan seimbang dengan perbanyak konsumsi buah, sayur, dan protein bebas lemak. Hindari makanan yang di goreng dan menimbulkan gas, makanan siap saji dan kemasan atau diawetkan dan sudah melewati proses.
  • Latihan fisik secara teratur dan istirahat cukup
  • Hindari stress
  • jaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekitar
setelah observasi seminggu dirawat di rumah sakit, hasil tes darah menunjukkan bilirubin, sgot, sgpt sudah bagus, dokter mengizinkan aku untuk pulang ke rumah dan tiga hari kemudian kembali kontrol. sampai di rumah, bablas makan ini itu, apalagi banyak tamu yang datang bawa makanan kesukaan, keripik, iya keripik balado yang pedas dan berminyak itu menggoda iman saya, sehingga saya pun memakannya. selama bedrest di rumah, tiap hari dicekokin air rebusan remis atau kerang yang yiaksss amis banget. 

tiga hari balik ke RS hasil lab malah SGOT and SGPT naik, dokternya heran, dan saya pun pengakuan dosa kalau saya makan keripik balado :). dokter cuma bisa geleng-geleng dan warning kalau saya harus jaga pola makan, lupakan gorengan, makanan cepat saji dan instant, makanan asin, pedas, dsbnya. alhasil karena kebandelan saya, dokter pun menyuruh saya untuk langsung rawat inap lagi. seminggu lagi di rumah sakit. sendiri, karena ibu saya sudah jenuh menunggui saya di rumah sakit katanya kelamaan :p sorry mom.

seminggu berlalu dengan pengawasan dokter saya pun diijinkan pulang dengan catatan pantang makanan berminyak, asin,pedas, dan instant. pokoknya harus jaga makan dan bed rest total. seminggu kemudian kontrol ke dokter dan hasilnya bagus, dan minggu depannya saya sudah diizinkan kembali bekerja dan beraktifitas seperti biasa.

biaya yang saya keluarkan cukup besar hampir 30 juta, yang tercover sama asuransi kesehatan dari kantor sekitar 24 juta, sisanya 6 juta saya harus bayar sendiri. untung dari kantor masih dapat gaji full sebulan meski gak masuk sebulan :)

dokter haris menyarankan lain kali kalau mau diet harus di bawah pengawasan ahlinya, just info di RSPP ada dokter Ahli Gizi dan Kesehatan yang bisa ditemui untuk konsultasi, salah satunya Dr. Titi Sekarindah SpGK. untuk jadwal bisa lihat di link RSPP www.rspp.co.id



Selasa, 04 April 2017

Kista Ovarium

-----sekilas info tentang Kista Ovarium----- 

PENGERTIAN KISTA OVARIUM
Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam ovarium. Tiap wanita memiliki dua indung telur (ovarium), satu di bagian kanan dan satu lagi di kiri rahim. Ovarium yang berukuran sebesar biji kenari ini merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita.

Organ ini berfungsi untuk menghasilkan sel telur tiap bulan (mulai dari masa pubertas hingga menopause) serta memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Fungsi ovarium terkadang dapat mengalami gangguan dan kista termasuk jenis gangguan yang sering terjadi.



Kista ovarium terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu kista fungsional dan patologis.

1. Kista Fungsional
Kista fungsional muncul sebagai bagian dari siklus menstruasiKista yang paling umum terjadi ini cepat hilang dengan sendirinya dan tidak berbahaya. Kista fungsional bisa terbagi menjadi dua jenis yaitu kista corpus luteum dan kista follikel.

2. Kista Patologis
Kategori kista ini tidak berhubungan dengan siklus menstruasi dan muncul akibat adanya pertumbuhan sel yang tidak normal. Sebagian kecil kista ini bisa bersifat kanker. Kista Patologis dibagi lagi menajdi dua jenis yaitu kista dermoid dan adenoma.

Gejala Kista Ovarium
Cukup banyak wanita yang pernah memiliki kista ovarium. Namun, kista umumnya tidak menyebabkan gejala dan dapat hilang sendiri dalam beberapa bulan. Meskipun demikian, kista yang berukuran besar atau pecah berisiko mengakibatkan gejala serius sehingga perlu ditangani melalui operasi. Beberapa gejala kista ovarium antara lain sbb:
  • Menstruasi yang tidak teratur atau berubah.
  • Pendarahan yang lebih banyak dari biasanya pada saat menstruasi
  • Nyeri pada tulang panggul beberapa saat sebelum atau setelah menstruasi.
  • Nyeri pada tulang panggul saat berhubungan seks.
  • Sering buang air kecil.
  • Muntah, mual, dan payudara menjadi sensitif seperti saat hamil.
  • Sulit buang air besar.
  • Proses pencernaan yang tidak lancar.
  • Perut terasa kembung.
  • Lebih cepat merasa kenyang dibanding biasanya.
  • Limbung atau pusing.

Penyebab Penyakit Kista diantara lainnya bisa karena faktor genetik, konsumsi obat subur, merokok, menopause dan kanker payudara.

Meskipun beberapa wanita tidak akan merasakan gejala apapun, beberapa jenis kista ovarium bisa jadi bersifat ganas. Hal ini terutama mungkin terjadi apabila kista baru tumbuh setelah wanita melewati masa menopause. Maka dari itu, pemeriksaan rahim rutin perlu dilakukan meskipun Anda tidak merasakan gejala apapun untuk menghindari beberapa komplikasi seperti Kista yang semakin membesar dapat menyebabkan ovarium bergeser dari posisi yang seharusnya, sehingga risiko ovarium untuk terplintir akan semakin meningkat. Kondisi terplintirnya ovarium ini disebut dengan torsi ovarium. selain itu pecahnya kista, yang akan menimbulkan rasa nyeri dan perdarahan hebat dalam perut.

DIAGNOSIS KISTA OVARIUM
Jika terdapat indikasi adanya kista ovarium, Anda akan dirujuk ke dokter spesialis ginekologi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sebelum menjalani USG dan pemeriksaan darah spesifik, dokter akan memeriksa organ intim dan sekitar perut bawah untuk keberadaan kista.
Setelah pemeriksaan fisik, USG akan dilakukan untuk memastikan keberadaan, letak, dan ukuran kista. Selain itu, cairan kandungan kista juga bisa terlihat melalui USG. Jika kista yang terdeteksi mengandung lebih banyak zat padat daripada cairan, tes darah akan dianjurkan. USG bisa dilakukan di atas perut atau bisa dimasukkan ke dalam vagina untuk gambar yang lebih jelas.

Jika Anda mengidap kista berukuran besar yang terus berkembang atau yang menyebabkan gejala, dokter spesialis ginekologi biasanya akan menganjurkan Anda untuk menjalani operasi. Operasi pengangkatan kista berukuran kecil bisa dilakukan dengan operasi ‘lubang kunci’ atau laparoskopi. Sedangkan untuk kista yang besar atau yang diperkirakan mengandung sel abnormal, operasi dengan sayatan lebih besar atau laparotomi akan dilakukan.




Semua operasi pasti memiliki risiko, termasuk operasi pada kista ovarium. Jika komplikasi terjadi, pasien perlu menemui dokter

Dampak Penanganan Kista pada Kesuburan
Kista sering dinilai dapat mengganggu kesuburan seorang wanita. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar karena kebanyakan kista dapat diangkat dengan mudah tanpa mengganggu organ reproduksi wanita. Walau demikian, ada prosedur operasi yang dapat mempengaruhi kesuburan.
Operasi pengangkatan ovarium sepenuhnya akan dianjurkan jika kista yang terdeteksi Berukuran sangat besar sehingga membungkus seluruh ovarium dan tuba falopi. Serta Kemungkinan besar bersifat ganas.
Pengangkatan satu ovarium memang akan sedikit mempengaruhi tingkat kesuburan. Tetapi ovarium yang tersisa akan terus memproduksi hormon dan sel-sel telur sehingga kemungkinan Anda untuk hamil dan memiliki anak tetap ada.
Berbeda halnya jika pengangkatan kedua ovarium dilakukan. Ini akan memicu menopause dini dan meniadakan kemungkinan Anda untuk memiliki anak. Pengangkatan kedua ovarium bersama dengan rahim dan jaringan sekitarnya dilakukan jika kista terbukti mengandung sel kanker ganas.

Pantangan Penderita Penyakit Kista:

§  Hindari makanan sawi putih dan kangkung

§  Minuman alkohol

§  Daging

§  Hindari buah nanas, durian dan nangka

 

Cara mencegah penyakit kista ovarium atau pun penyakit kista jenis lainnya sangat mudah, antara lain:
§  Konsumsi sayur dan buah
§  Memperbanyak asupan antioksidan
§  Olahraga
§  Kurangi makanan berlemak jenuh

 

Untuk mengatasi penyakit kista ovarium pada saat kista masih pada ukuran yang kecil, sehingga akan lebih mudah dan lebih cepat untuk penyembuhan nya. obat herbal yang dapat di gunakan sebagai berikut :
§  Teripang
§  Daun dewa
§  Kulit manggis
§  Kunyit putih
§  Teh hijau

     intinya sebagai wanita yang tubuhnya sangat rentan terkena penyakit khususnya di organ reproduksi, selain gaya hidup sehat, pola makan benar dan bebas stress, diperlukan juga periksa berkala. karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

    untuk rekomendasi rumah sakit dan dokter bisa di RSPP (Dr. Zulkarnain, Dr Erwinsyah, Dr. Alwin, Dr. Ernawan, Dr Triana Ismelia), RS Bunda di Menteng, Rs. Woman & Children Brawijaya.

#salamsehat

Medical History part 2 (Operasi Kista)

kejadiannya udah lebih dari satu dekade yang lalu tapi masih teringat sebagai pengalaman once in a lifetime.

sekitar tahun 2004, suatu hari sepulang dari les LIA, perut gw tiba tiba sakit banget, mules gak tertahankan, keringet dingin pun keluar, posisi serba salah berdiri salah duduk salah, sangking gak sanggupnya gw sampe pulang pake taksi. kebetulan orangtua lagi pergi haji, jadi cuma bisa ngadu lewat telepon, anjurannya untuk ke IGD dulu, belum bisa bawa mobil jadi minta supirin sama tetangga. sampai di IGD dipegang pegang perutnya sama dokter jaga, di kasih obat penghilang sakit dan surat rujukan untuk konsultasi ke dokter spesialis.

besoknya diantar sama om dan tante ke rspp untuk ketemu spesialis penyakit dalam, setelah pemeriksaan fisik, dokter spesialis menyarankan untuk konsul dengan spesialis kandungan karena dokter spesialis penyakit dalam bilang ada seperti benjolan di perut bagian bawah dan perut bagian bawah itu organ reproduksi wanita. sumpah gw kaya disambar petir, ada apa dengan organ reproduksi gw, ada masalah apa, ya Allah semoga tidak ada apa apa.

pasrah begitulah perasaan gw pada saat itu, sangking pasrahnya dan udah gak tahan lagi sakitnya, ketika perawat mengajukan pertanyaan "mba sudah menikah?" gw jawab
"iya sus"

" hari ini dokter yang praktik kebetulan tidak ada yang perempuan semua laki-laki, karena nanti diperiksanya harus lepas baju / celana, karena kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan USG, jika sudah menikah dari vagina, jika belum dari dubur" suster menjelaskan.

what?? horor banget either dari vagina or dari dubur gw gak bisa bayangin itu sakitnya, tapi udah gak tahan lagi ya udah gw jawab dengan pasrah. karena faktanya dokter spesialis kandungan memang rata-rata laki-laki.

" iya sus, gak apa apa dokter laki laki juga, saya sudah gak tahan dan gak sanggup balik lagi ke sini besok-besok. yang penting dokternya yang bagus"

" iya ini saya kasih berkasnya ke dokter zulkarnain ya, beliau dokter senior." balas sang perawat

menunggu sebentar untuk nama kita di panggil ke dalam ruangan dokter, tiba lah giliran gw. Dr. Zulkarnain Hamid SpOG nama lengkapnya, usia mungkin sekitar 50 something, kesan pertama sih agak dingin ya, karena gak banyak ngomong.

pertama di tanya apa haid teratur (seinget gue sih pernah waktu sma gak haid sampe 4 bln), terus di tanya sakitnya gimana, apakah menjelang haid saja dsb. lalu dokter suruh gue terlentang, dia angkat baju guje dan pelorotin celana gue dan celana dalam gue setengah, dia pegang pegang perut bagian bawah gue, terus bilang "kita USG ya biar lbh jelas ini terasa ada benjolan di sekitar rahim"

masih dengan pasrah gw ngangguk dan bilang "iya dok"

gue pikir bakalan USG lewat dubur seperti yang perawat bilang tetapi ternyata USG nya dari atas perut aja kaya ibu-ibu hamil lagi USG buat liat perkembangan bayi, tapi gue buat liat penyakit. selama pemeriksaan dokter cuma bergumam "hmmm wah ini udah besar ya"

setelah pemeriksaan USG, dokter menjelaskan bahwa ada benjolan di sekitar indung telur yang ukurannya sudah besar yaitu 21cmx7cmx7cm kemungkinan ini kista, tapi perlu test lab dari sample darah untuk memastikan jenis kistanya.

gw cuma bisa pasrah dan gak punya gambaran apa itu penyakit kista. lalu setelah tes darah dan positif kalo gw mengidap kista ovarium, karena ukuran kista yang sudah besar dan resiko bisa pecah makanya harus dilakukan tindakan operasi namun efeknya ovarium sebelah kiri gw juga harus ikut di angkat karena kista nya sudah menutupi ovarium tersebut.

malamnya ngabarin ortu, dan mereka minta klo bisa operasinya tunggu mereka pulang dari haji. dokter zulkarnain bilang bisa. sebelum operasi gue dan ortu juga cari second opinion, ke dokter kandungan lain di RS Bunda - Menteng, di USG, terus tes darah, hasilnya sama Kista ovarium yang sudah besar dengan ukuran 21cm. sempet juga dianjurkan pengobatan alternatif, tapi gw gak yakin karena ukurannya sudah besar, kalau masih kecil mungkin akan gue coba. sampai timbul kekhawatiran untuk tidak bisa memiliki anak. tapi dokter bilang, "bu buat anak itu kekuasaaan Allah, dan tidak bisa wanita saja yang harus sehat, laki-lakinya juga harus sehat. lagipula ovarium diciptakan Allah dua, kanan dan kiri, jadi meski sudah di angkat yang sebelah kiri nanti kan masih ada yang sebelah kanan memproduksi sel telur, insha allah masih bisa hamil"

Hari operasi pun tiba, gue mesti masuk ruang bersalin, kumpul sama ibu-ibu yang mau melahirkan. jadi tiap hari denger suara bayi terus. sebelum operasi, malamnya minum obat pencahar dulu dan puasa, karena operasi di bagian perut maka perut harus di cuci bersih dulu (alias dikosongkan) jadi besok pagi pas operasi perut sudah kosong. selain perut harus kosong, rambut di daerah kemaluan juga harus di cukur. karena nanti akan di sayat tepat di atas kemaluan. 


kurang lebih posisi sayatan seperti ini


sekitar jam 8 pagi perawat datang ke kamar dan bawa gw ke ruang operasi, sebelumnya keluarga di minta untuk menandatangani surat persetujuan untuk tindak operasi. this is my first time experience masuk ke ruang bedah, udah kaya di film film, buka semua yang melekat di badan dan hanya di tutup sehelai kain. menuju meja operasi gw sempat melewati beberpa orang, mungkin tim dokter yang akan ikut dalam operasi. 

sampai di meja operasi ada satu dokter yang memperkenalkan dirinya sebagai dokter spesialis anestesi. sepertinya dia dokter yang tugasnya membius pasien yang akan di operasi. dia lalu bertanya apa agama gue, setelah gue jawab islam, dia minta gue ikut apa yang dia bilang, sambil suntik obat bius, dia pandu gw baca doa  “Hasbunallah wani’mal-wakîl, ni’mal-mawlâ, wani’man-nashîr" 


Artinya: "Cukuplah Allah tempat berserah diri bagi kami,  sebaik-baik pelindung kami, dan sebaik-baik penolong kami".
and i felt like lost consciousness, alias tidak sadarkan diri. entah apa yang di perbuat para dokter di meja operasi, bener bener tidak terasa, bahkan merasakan mimpi pun tidak kalau tadi gw seperti tidur waktu dibius. yang gw inget dan tahu ketika sadar, gue udah di kamar rawat inap lagi.. 

proses operasi memang tidak terasa tap ternyata pasca operasi baru terasa, perut bagian bawah sakit kalau ada tekanan, misalnya waktu lagi bersin, batuk or even ketawa, akan terasa nyeri di bagian yang di sayat or operasi. 

berhubung operasi besar dan di daerah perut, jadi gw belum bisa makan dan minum kalau belum buang angin. beda orang beda lagi dia bisa buang angin cepet or lama, untuk gw lama banget hampir 2 hari lebih itu angin belum keluar, and gw belum bisa makan n minum, semua asupan cairan dan makanan dari selang infus. segala cara dilakukan untuk bisa kentut. dari gerak ke samping kanan and kiri, nungging, di olesin banyak minyak kayuputih dsb, akhirnya masuk hari ketiga, gw kentut juga, gw beneran kegirangan dah kaya nungguin lahiran, bokap gw langsung ucap syukur and manggil perawat info klo angin gw udah keluar.. hahahahah

abis kelar urusan kentut. sekarang urusan belajar jalan lagi, ternyata sakit untuk pertama tama. ya maklum hampir 4 hari bener2 tergolek di tempat tidur dan gak gerak. setiap pagi dokter dateng untuk cek kondisi kita. 

dokter bilang hasil tes patologi Kista gw itu jenis kista ovarium patologis dermoid. yaitu jenis kista dengan sel abnormal yang paling umum terjadi pada wanita berusia di bawah 40 tahun. Kista ini dapat mengandung semua jenis jaringan manusia, misalnya rambut, darah, lemak, tulang, kulit, serta gigi. Hal ini dapat terjadi karena kista ini berasal dari sel yang belum berkembang menjadi sel telur. Sel ini mempunyai kemampuan untuk berubah menjadi sel jaringan tubuh apapun. Kista dermoid umumnya tidak ganas, tapi dapat berkembang dan membesar hingga berdiameter 20 cm sehingga harus diangkat dengan proses operasi.

sesuai dengan kesaksian bokap gw setelah operasi, dokter kasih liat ke bokap kista yang diangkat itu kata bokap sih sebesar kepala bayi. dan setelah di belah di teliti, didalamnya ada rambut, ada tulang, tekstur kista seperti agar-agar, mengandung cairan. jenis kista ini menurut dokter sudah ada sejak gw masih bayi, tapi berkembang besar seiring dengan gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. 

kurang lebih 7 hari di rawat di rumah sakit, dua minggu setelah itu kontrol ke rumah sakit lagi buat buka jahitan. alhamdulillah jahitannya rapih, bekasnya kasat mata. dokter menganjurkan usg bulan depan. USG di lakukan berkala dari sebulan sekali jadi 3 bln sekali terus 6 bln sekali dan setahun sekali. hal ini dilakukan untuk melihat perkembangan apakah kista muncul lagi atau tidak. terakhir USG mgkn 3/2 tahun lalu dan alhamdulillah hasil bagus.

setelah operasi sekarang haid tidak sesakit dulu, hanya periodenya tidak selama dulu, sekarang 3 hari juga sudah sedikit. kalau dulu bisa 5-7 hari masih keluar. 

untuk biaya operasi tidak ada, dikarenakan pada saat itu masih tanggungan dari kantor orang tua. tapi kemungkinan kalau bayar sekitar 20juta an pada tahun 2004 itu jumlah uang yang lumayan besar.